Anizal, sepakbola dan cinta
tidak semua orang bisa menjadi pemain hebat, tetapi pemain hebat bisa berasal dari manapun, itulah yang diucapkan publik x-zhambane kepada muhammad anizal,
terlahir disebelah barat kota x-zhambane tepatnya di pinggiran laren (pingren) membuat permainan sepakbolanya terlihat jelas seperti idolanya dan bintang sepak bola pingren kaswadi,
permainan sepakbola atraktif yang menghibur adalah tontonan yang menarik untuk para suporter di stadion, anizal begitu baik dalam melakunya. percaya diri tinggi, lugas, dan semangatnya yang menggeebu-gebu untuk sepakbola adalah caranya untuk menikmati sepakbola,
bicara soal anizal dan sepakbola, cukup menarik melihat perjalanan karirnya di x-zhambane, di level club 2 trofi bergengsi menjadi torehan termanisnya di ajang tertingi x-zhambane, kerajan cup 2011 dan copa de x-=zhambane 2019 bersama ud chile adalah sebuahh bukti prestasi bahwa anizal adalah pemain top x-zhambane, tentu cerita termanisnya terjadi pada kerajan cup 2011, kisahnya terjadi sejak saat itu, tim yang hampir terdegradasi dan tidak pernah menang sepanjang babak kualifikasi berhasil bangkit dan meraih trofi juara untuk melanjutkan tradisi si jersey merah hitam yang menjadi raja sepakbola x-zhambane sejak tahun 2008 gelar juara yang ia raih menjadi awal cintanya pada sepakbola, sedangkan di level timnas sendiri pemegang 56 caps untuk x-zhambane ini kurang begitu berprestasi dalam ajang apapun yang diikutinya, tercatat hanya runner up walangsanga cup pada tahun 2015 lah raihan tertingginya bersama timnas x-zhambane,
bukan tidak lagi cinta pada x-zhambane bukan meenyerah untuk membawa harum nama x-zhambane dan bukan keringat ini tak lagi ingin menetes untuk membela panji x-zhambane, tapi ini waktunya bagi generasi muda mencicipi atmosfir dan membawa x-zhambane didadanya, itulah yang diucapkan anizal pada publik x-zhambane ketika memutuskan untuk pensiun dari timnas,
memutuskan untuk pensiun dari timnas x-zhambane pada tahun 2016 bukan berarti pengabdianya pada sepakbola telah berhenti, cintanya pada dunia sepakbola dan x-zhambane ditunjukanya pada ajang copa de x-zhambane yang merupakan nama yang ia berikan untuk ajang tertinggi di x-zhambane,
revolusioner gelora bung urip, hampir 35 persen kemegahan gelora bung urip adalah proyeknya dan serta ide kursi nglemprak gbu adalah kecerdasaan seorang anizal membaca pasar sepakbola x-zhambane dan walangsanga,
namun kecintaanya untuk sepakbola x-zhambane tak pernah berakhir, pengabdianya berlanjut kini ia menjabat sebagai direktur olahraga x-zhambane dan terus melestarikan khasanah persepakbolaaan walangsanga
si nomor 13 bung rj rojali anizal samidi



Komentar
Posting Komentar